Semakin berilmu seseorang, seharusnya ia semakin tahu akan tanda-tanda Kebesaran Allah SWT, maka seharusnya pula ia semakin beriman kepada-Nya, semoga kita bagian dari orang-orang itu, Amin.
Tampilkan postingan dengan label kecerdasan spiritual (Advance Level). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecerdasan spiritual (Advance Level). Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

Otak Rusak Karena Pornografi Paling Sulit Disembuhkan

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mencatat jumlah kasus pemerkosaan mengalami peningkatan dari 60 kasus selama 2010 menjadi 68 kasus sepanjang 2011 atau naik 13,3 persen. "Dugaan penyebab kenaikan jumlah kasus pemerkosaan akibat mudahnya masyarakat mengakses media yang bersifat pornografi," kata Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab di Jakarta, Jumat (30-12-.2011) REPUBLIKA.CO.ID
Tahukah anda beberapa kenyataan ini?
Setiap detik, 3075,64 USD dibelanjakan untuk pornografi
Setiap detik, 28258 pengguna internet melihat situs pornografi
Setiap detik, 372 pengguna internet mengetikkan kata kunci
yang berhubungan dengan pornografi di mesin pencari
Jumlah halaman situs pornografi di dunia saat ini mencapai 420 juta;)
Gambar data yang dikeluarkan American Demographic Magazine ,
Ternyata USA penyumbang terbesar konten pornografi di dunia  Amerika menyumbang 89% situs pornografi di dunia. Jerman, Inggris, Australia, Jepang dan Belanda menyusul di belakangnya.
 *Sex adalah topik no #1 yang dicari di Internet,
akan saya coba pakai keyword ini , siapa tahu blogku kebanjiran dari yang nyasar. ;) Mari perangi pornografi , dimulai dari diri saya!

*60% kunjungan internet adalah menuju ke situs sex (porno)
*70% kunjungan pengguna Internet belasan tahun adalah menuju ke situs pornografi
dikutip dari  http://romisatriawahono.net/2008/04/02/kupas-tuntas-pornografi-di-internet/
Pendapatan industri pornografi di Amerika juga mengalahkan revenue tiga besar stasiun TV mereka (ABC, CBS, dan NBC) di gabung jadi satu!. Bagaimana dengan Indonesia? Belum ada angka pasti mengenai revenue industri pornografi di Indonesia. Jangankan industri haram, industri halal saja tidak ada angkanya. Yang sudah pasti: Indonesia berada di urutan ke-7 negara yang mengetikkan keyword “sex” di search engine.
Peringatan keras bagi penghobi tayangan porno. Ahli bedah saraf dari San Antonio, AS, Donald Hilton Jr MD membeberkan kerusakan otak karena kecanduan Pornografi dalam diskusi memahami dahsyat-nya kerusakan otak akibat kecanduan Pornografi dan narkoba dari tinjauan kesehatan di Departemen Kesehatan kemarin.
Menurut pakar neuroscience dari Metodist Speciality and Transplant Hospital San Antonio itu, sejatinya semua kecanduan (adiktif) berpengaruh terhadap kerusakan otak. Misalnya, kecanduan makanan (obesitas), judi, narkoba, maupun pornografi.
Hanya, tingkat kerusakan otak akibat kecanduan pornografi dinilai paling tinggi. Jika dibiarkan, hal itu bisa mengakibatkan penyusutan (pengecilan) otak. Ujung-ujungnya, terjadi kerusakan otak. Permanen dan tidaknya kerusakan tersebut bergantung intervensi medis yang dilakukan.
Hilton menyatakan, penyusutan otak bisa berangsur-angsur kembali Normal asalkan dilakukan pengobatan secara intens, Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Sebab, pada dasarnya, otak terus mengalami regenerasi jaringan. ’Dengan demikian, otak yang mengecil itu bisa kembali lagi. Namun, cepat atau lambatnya pemulihan tersebut bergantung kasus kecanduan yang diderita,’’ ujarnya.
Kerusakan otak akibat kecanduan makanan (obesitas) maupun drugs cenderung lebih mudah diatasi ketimbang pornografi.
Menurut dia, ada perbedaan antara otak yang sudah kecanduan terhadap sesuatu dan yang tidak. Otak yang telanjur kecanduan memiliki mekanisme kontrol yang kecil terhadap rangsangan. Sebaliknya, otak yang belum kecanduan masih memiliki kontrol yang besar untuk mencegah perintah agar tidak kecanduan. ’’Sehingga, masih bisa distop,’’ cetusnya.
Berdasar hasil penelitian yang dilakukan Hilton bersama istri-nya, di antara semua kasus kecanduan, pornografi merupakan salah satu yang tersulit. Bahkan melebihi kecanduan obat. Menurut dia, mayoritas anak maupun remaja mengonsumsi tayangan pornografi dari internet.
Lantaran masukan itu hanya datang satu arah atau tanpa melalui diskusi maupun saringan dari orang tua, anak cenderung menerima informasi tersebut secara mentah. Di AS, 10 persen anak muda mengakses situs pornografi.
Jawa Pos – Selasa, 3 Maret 2009 hal 3
Otak manusia ternyata bisa tidak berfungsi jika terlalu sering melihat sesuatu yang berbau porno. Dilansir dari Sexualrecovery, berikut beberapa gejala orang mengalami kecanduan pornografi:
Ketidakmampuan untuk menghentikan perilaku kecanduannya, walaupun pernah mencoba sebelumnya
Merasa tersinggung atau marah bila kegiatannya dihentikan
Menyembunyikan atau berusaha untuk menjaga rahasia dari semua kegiatan pornografi yang dilakukannya
Tetap melanjutkan kegiatan pornografi meski sudah kehilangan hal berharga dalam hidupnya, seperti hubungan asrama atau kehilangan pekerjaan
Lebih banyak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang berbau pornografi ketimbang hal lain yang lebih penting

Untuk dapat menghentikan kecanduan pornografi dibutuhkan kejujuran dan kesadaran. Pecandu pornografi harus mampu jujur mengakui bahwa ia kecanduan dan ingin menghentikan kebiasaannya tersebut. Tidak seperti kecanduan alkohol atau narkoba, kecanduan pornografi lebih sulit untuk mendapatkan bantuan.<kaskus>

Tapi jika benar-benar ingin berhenti, berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
        *   Cara Nabi SAW banyak puasa sunnah
Blokir perangkat lunak dalam komputer yang berhubungan dengan pornografi
Pasang gambar atau foto orang-orang yang menginspirasi di sekitar komputer atau kamar tidur, seperti foto anak atau orang-orang yang Anda cintai.
Pindahkan komputer ke ruangan umum di rumah selain kamar tidur, seperti ruang keluarga.
Ketahui tanda-tanda kecanduan pornografi, baik tanda umum ataupun khusus
Ketahui tahap kecanduan pornografi
Memiliki rencana dan komitmen pencegahan kecanduan
Buatlah sebuah komitmen yang harus Anda jalani bila melanggar komitmen yang sudah dibuat.
Ada tambahan? tulis di komentar!

Sabtu, 27 Juni 2015

YANG DIKEJAR AKAN LARI

Tadi sebelum makan sahur, saya tertarik untuk mengambil satu buku di rak buku saya. Judulnya "Follow Your Heart" karya Andrew Matthews. Sebagaimana karya Andrew Matthews yang lain, hampir semua tulisannya menarik untuk dibaca. 
.
Kali ini saya ingin membahas tentang salah satu kalimat yang ia tuliskan di awal bab keempat, "Ketika Anda mengejar segala hal, mereka melarikan diri. Ini berlaku bagi hewan, kekasih, bahkan uang!"
.
Menurut saya ini menarik. Ketika kita terlalu berambisi untuk memiliki sesuatu, mereka justru sulit sekali untuk kita raih. Saya percaya bahwa ini bukan fakta yang terjadi 100 % pada kehidupan, hanya saja ini sebuah kesimpulan yang ditarik oleh penulis terhadap banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan pribadinya serta orang lain yang diamatinya.
.
Mungkin kita pernah menghadapi situasi ini. Anda baru saja lulus kuliah. Lantas anda mengirimkan surat lamaran ke perusahaan A, B, C, dan seterusnya. Anda ingin sekali segera bekerja. Setiap hari anda tak mau jauh dari HP sedetik pun. Bahkan ke kamar mandi anda bawa HP. Anda sangat menunggu panggilan test dari HRD perusahaan. 
.
Apa yang terjadi? Tiba-tiba saja hari itu banyak pesan dan panggilan yang masuk. Dari siapa? Bisa dari kawan, saudara, bahkan dari operator seluler. Bukan dari orang yang sangat anda tunggu-tunggu. 
.
Setelah berhari-hari anda menunggu tapi tidak ada kabar apapun, akhirnya anda menyerah dan pasrah, "Ya udah lah, mungkin masih belum rezeki." Setelah itu apa yang terjadi? Tiba-tiba saja banyak sekali panggilan test kerja yang masuk ke anda. 
.
Mungkin pernah juga anda menghadapi situasi ini. Anda sudah lulus kuliah, sudah kerja, sudah punya penghasilan yang mapan. Sehingga anda merasa sudah waktunya untuk menikah. Anda sudah tak kuat dengan pertanyaan, "Kapan nikah?" dari orang-orang di sekeliling anda. Anda ingin sekali lebaran tahun ini anda bisa menikmati hari kemenangan karena sudah terbebas dari pertanyaan tak berperikejombloan itu. 
.
Akhirnya anda berupaya keras untuk mencari pendamping hidup. Apa yang terjadi? Semuanya gagal. Tiba-tiba saja semua orang seperti menghindar. Dulu saat belum siap nikah, kayakny banyak yang siap dinikahi. Saat udah merasa siap kok malah seolah menghindar.
.
Setelah bertahun-tahun mengalami kegagalan dalam menjalin hubungan, akhirnya anda pun pasrah, "Ya udah, kalau emang jodoh nggak akan kemana." Setelah itu apa yang terjadi? Tiba-tiba saja mereka berdatangan entah darimana.
.
Mungkin ada yang sudah nikah bertahun-tahun tapi belum juga dikaruniai anak. Tiap bulan nangis karena sangat mendambakan kehadiran buah hati. Apa yg terjadi? Sang istri tak kunjug hamil.
.
Akhirnya pasrah, "Kalau Allah berkehendak, siapa yang bisa nolak". Tak lama, buah hati itu pun dikaruniakan oleh-Nya.
.
Tujuh tahun yang lalu saya pernah menulis naskah. Saya sangat berambisi untuk segera menerbitkan naskah itu menjadi buku yang beredar di toko buku. Saya membayangkan betapa keren nama saya terpampang di cover buku. Tiap hari saya mencari penerbit yang mau nerima naskah saya. Apa yang terjadi? Hampir semua diantara mereka menolaknya. Bahkan ada yang tak merespon sama sekali. 
.
Akhirnya saya menyerah, pasrah. Sejak saat itu saya lantas menulis di blog pribadi. Hampir tiap hari sharing tentang apa saja di blog itu. Apa yang terjadi? Tulisan di blog itu yang justru diterbitkan, bahkan menjadi buku best seller hingga hari ini.
.
Bukankah banyak yang mengejar uang, bekerja keras siang malam untuk mengumpulkan sebanyak mungkin penghasilan, hingga mengabaikan karunia Allah yang lain: keluarga, persahabatan, kesehatan, waktu luang, bahkan lupa kewajiban ibadah kepada-Nya. 
.
Padahal ketika kita bekerja dengan tenang, diniatkan pekerjaan itu untuk menebar manfaat, lalu menjaga hubungan baik dengan sahabat, keluarga, dan orang-orang sekitar. Kemudian tiap saat kita tak pernah mengabaikan kewajiban kita, sholat, puasa, zakat. Tiap pagi kita bersyukur atas karunia Allah berupa kesehatan. Kita melakukan itu semua tidak begitu berambisi untuk memburu uang. Apa yang lantas terjadi? Uang begitu mudah hadir dalam hidup anda, seolah uang yang terus mendekat ke anda.
.
Apa hikmah yang bisa kita petik? 
.
Ya, fenomena di atas mungkin sering kita lihat, bahkan sering uga kita rasakan sendiri. Dari sana kita bisa belajar, bahwa kita diperkenankan untuk bermimpi, tapi jangan terlalu berambisi. Kita diperbolehkan berharap pada Tuhan, tapi jangan memaksa Tuhan untuk mengabulkan keinginan kita. Kita disarankan untuk memiliki tekad yang tinggi, tapi jangan lantas mengejar sesuatu hingga mengabaikan hal-hal penting lainnya. 
.
Percayalah bahwa dalam hidup, ada perintah bertawakkal. Itu mengajarkan pada kita, bahwa sebenarnya sekuat apapun kita menginginkan sesuatu, sehebat apapun usaha kita untuk mengejarnya, setekun apapun kerja keras kita untuk meraih suatu hal, sebenarnya bukan kita penentu berhasil tidaknya. Tetap Allah-lah penentu segalanya. Ketika kita berikhtiar semampu kita, lantas memasrahkan segalanya kepada Allah, justru saat itulah Allah mencukupi yang kita harapkan.
.
"..Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (Q.S Ath-Thalaaq: 3)

By: Ahmad Rifai Rifan

Sabtu, 08 November 2014

Solusi Praktis Meningkatkan kecerdasan spiritual secara cepat dan efektif(Part II)

Mujahadah, Wirid Harian
Seorang muslim pasti membutuhkan makanan ruhani setiap harinya. Makanan ruhani ini terpenuhi dengan melaksanakan shalat fardhu, mengerjakan kewajiban-kewajiban rutin, dan merutinkan ibadah-ibadah sunah yang disesuaikan dengan batas kemampuan masing-masing, hingga dengannya seorang muslim selalu meningkat ruhiyahnya.
                Wirid harian harus dikerjakan rutin oleh seorang muslim, seyogianya dibuat batasan minimalnya, untuk kemdian ia laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kemudian, apabila ia telah menemukan waktu luang atau hatinya merasa nyaman dengan wirid itu, maka ia boleh menambahnya. Apabila ia merasakan dirinya dirasuki rasa malas atu jenuh, maka ia harus segera menyikapi hal ini dengan strategi yang bijak dan bisa diterima oleh hati. Jika hawa nafsu telah melanda jiwanya, hingga ia merasa malas mengerjakan wirid harian karena beberapa sebab, maka ia bisa menggantnya dengan wirid yang lain. Jika ia tidak bisa menggantinya, maka ia harus mengulanginya dari awal, yakni mulai dari detik pertama sejak hatinya goyah, lalu ia kembali mengulangi wirid-wirid harian itu sampai seperti sedia kala.
                Nash-nash hadist yang menjelaskan wirid harian cukup banyak, diantaranya sebagai berikut:
1.       Syaqiq berkata, “Abfullah bin Mas’ud menderita sakit, lalu kami menjenguknya. Saat itu ia menangis dan mencela diri. Ia berkata “Aku menangis bukan karena penyakit, Aku menangis karena mendengar Rosullulah Saw  bersabda: Sakit itu penebus dosa.” Aku menangis  karena penyakit menimpaku saat kondisi ruhiyahku sedang tidak stabil. Ia tidak menimpaku saat kondisi ruhiyahku sedang beribadah dengan sungguh-sungguh. Karena bila seorang hamba sakit, maka ditulislah untuknya pahala-pahala yang biasa dituliskan untuknya sebelum ia sakit, lalu sakit inilah yang menjadi penghalangnya.”
Dari keterangan di atas, kita bisa menemukan bahwa seorang muslim yang penuh pengamalan, memiliki  wirid khusus yang dilakukan setiap hari. Oleh karena itu, kita mendapati Abdullah bin Mas’ud menangis karena penyakit itu datang datang pada saat ia tidak berada dalam kondisi puncak dalam mengerjakan amal ibadah harian.

2.       Hadist sahih dari Aisyah R.a bahwa ia telah meriwayatkan dari Rasulullah Saw sebuah hadist yang berbunyi : “Ambilah dari amal-amal ibadah apa yang menjadi kesanggupanmu. Karena Allah tidak akan jemu sampai kalian jemu. Sungguh, amal yang paling Allah cintai adalah amal yang dikerjakan terus menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menunjukan adanya amal-amal tertentu yang dikerjakan secara rutin dalam kehidupan keluarga Rasullah Saw. Perkataan “ambilah dari amal-amal ibadah apa yang menjadi kesanggupanmu,” menunjukan bahwa seorang muslim harus merutinkan dirinya untuk mengerjakan amaliah keseharian dalam batas kesanggupannya.

3.        Rasullah Saw bersabda :”Sungguh telah diliputi penutup dalam hatiku, sampai aku beristigfar dalam satu harinya seratus kali.(HR Muslim)

4.       R asullah Saw selalu mengerjakan qiyamullail dan amaliah-amaliah tertentu. Hal ini menunjukan bahwa Nabi Saw memiliki wirid harian. Sedangkan Nabi adalah suri tauladan setiap muslim. Dengan demikian, wirid harian dalam kehidupan muslim adalah bekal hariannya yang tidak boleh dilalaikan.

Masuk dalam kategori ini adalah mengatur waktu untuk tertibnya urusan shalat, baik yang fardu ataupun yang sunnah-terlebih khusus lagi qiyamullail dan shalat sunnah dhuha. Karena banyak manusia yang melalaikan keduanya. Masuk dalam kategori ini , membaca wirid-wirid shalat dan membaca Al-Quran. Batasan yang paling ideal dalam membaca Al-Quran adalah 1 juz setiap hari. Karena Rasullah Saw bersabda dalam sebuah hadist shahih yang bersumber dari ibnu ‘Amr bin ‘Ash:”Khatamkanlah bacaan Al-Qur’an dalam setiap bulan.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Nasa’i)

Masuk dalam kategori wirid harian adalah bacaan istigfar, shalawat kepada Rasullulah Saw, tahlil dan tasbih. Masuk pula dalam kategori ini adalah memperhatikan hari khusus dimana kita disunahkan untuk mengerjakan sebuah amaliah tertentu, misalnya membaca shalawat kepada Rosullah Saw dan surah Aal-Kahfi pada hari jumat dan malamnya. Masuk pula dalam kategori ini adalah memperhatikan wirid-wirid dan zikir-zikir yang berkaitan erat dengan sebuah momen tertentu. Masuk pula dalam kategori ini adalah memerhatikan hari-hari tertentu di mana kita disunnahkan untuk berpuasa. Dan terakhir, masuk pula dalam kategori ini adalah ilmu, karena seluruh amal membutuhkan ilmu.

Penulis menganjurkan bentuk-bentuk wirid harian, yang bisa diamalkan setiap hari oleh seorang muslim sebagai berikut:
1.       Melaksanakan shalat secara berjamaah, mengerjakan shalat sunnah rawatib berikut zikirnya, melakukan qiyamullail dan shalat sunnah dhuha.
2.       Istigfar, minimal 100 kali dalam sehari.
3.       Membaca “la ilaha illallah  wahdahu la syarika lah lahul mulk walahul hamd wa huda ala kulli syai’in qadir” minimal 100 kali dalam sehari.
4.       Membaca shalawat kepada Nabi Saw, minimal 100 kali dalam sehari.
5.       Membaca surah Al-Iklas, 3 kali sehari
6.       Membaca 1 juz Al-Qur’an dalam sehari
7.       Membaca zikir pada waktu-waktu dan momen-momen tertentu, seperti membaca zikir pada waktu makan, tidur, masuk rumah dan keluar rumah.
8.       Setelah itu memperbanyak zikir yang disnahkan bagi kita untuk membacanya secara mutlak (tidak dibatasi oleh bilangan tertentu), seperti bacaan istigfar, shalawat kepada Rasulullah Saw, tahlil, hauqalah (la haula wala quwwata ila billah), tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), atau bacaan-bacaan sunnah lainnya.

Dibawah ini adalah sebagian nash-nash syar’I yang memperkuat penjelasan di atas.
1.       Diriwayatkan dari Aghar Muzayyanah bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda :”Sungguh, diliputi penutup dalam hatiku sampai aku beristigfar dalam sehari sebanyak seratus kali.” Di dalam suatu riwayat disebutkan: “Bertobatlah kepada Tuhan kalian. Karena demi Allah! Aku sendiri bertobat kepada Tuhanku sebanyak seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim)

2.       Diriwayatkan dari Abu Hurairah Bahwa ia mendengar langsung Rasulullah Saw bersabda : Barang siapa yang membaca “La ilaha illallah wahdahu la syarika lah lahul mulk walahul hamd wa huda ‘ala kulli saya’in qadir” sebanyak seratus kali niscaya ia memperoleh pahala yang sebanding dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya, akan ditulis baginya seratus kebaikan, akan dihapus darinya seratus kejahatan dan ia akan memiliki penjagaan dari setan pada hari itu sampai petang dan tidak ada  yang lebih utama dari amal yang ia bawa melainkan laki-laki yang amalnya lebih banyak daripada dirinya. Dan barang siapa yang membaca “Subhanallah wabi hamdih” dalam satu hari sebanyak seratus kali, niscaya akan di hapus darinya kesalahan-kesalahan, meskipun kesalahan itu setara buih di lautan” (HR. Bukhari, Muslim, Malik dan Tarmizi)

3.      Nasa’i meriwayatkan dari Abu thalhah bahwa Nabi Saw suatu hari datang dengan wajah penuh kegembiraan. Kami berkata”Sungguh, kami melihat kegembiraan di wajahmu.” Beliau bersabda :”Sesungguhnya Tuhanmu berfirman: Apakah engkau merasa ridha (dengan kabar gembira yang isinya) bahwa tidak ada seorangpun yang bershalawat kepadamu melainkan Aku a kan membei kasih sayang kepadanya sepuluh kali, tidak ada seorangpun yang bershalawat kepadamu melainkan Aku akan memberi kasih sayang kepadanya sepuluh kali. Tidak ada seorangpun yang mengucapkan salam kepadamu, melainkan Aku akan menyellamatkannya sepuluh kali.” (HR. Ahmad, Hakim. Hadist ini dinyatakan shahih oleh Hakim)

4.      Thabrani di dalam kitab al-Mu’jam ash-Shagr meriwayatkan dari Anas bahwa Rasullullah Saw bersabda: “Basrang siapa yang membaca shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberi kasih sayang kepadanya sepuluh kali. Barang siapa yang membaca shalawat kepadaku sepuluh kali, maka Allah akan memberi kasih sayang kepadanya seratus kali. Dan barang siapa yang membaca shalawat kepadaku seratus kali, niscaya Allah akan tulis di antara kedua matanya bahwa ia terbebas dari kemunafikan dan api neraka dan Allah akan memberikan tempat tinggal pada hari kiamat nanti bersama para syuhada.”

5.      Abu daud meriwayatkan dari ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Barang siapa yang selalu beristigfar, niscaya akan Allah jadikan untuknya jalan keluar dari segala kesempitan dan pelipur lara dari segala kesedihan dan Dia akan memberinya rizki dari arah yang ia tidak duga (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

6.      Thabrani dalam kitab al_Mu’jam al-Kabir meriwayatkan dari Muhammad bin Yahya bin Hyyan dari ayahnya dari kakeknya ia berkata: Seorang laki-laki berkata “Wahai Rasulullah! Bolehkan aku jadika sepertiga shalawatku untukmu?” beliau menjawab: “Silakan jika kamu mau!” Laki-laki itu bertanya lagi. “Bagaimana jika dua pertiganya?” Beliau menjawab: “Silakan!” Laki-laki itu kembali bertanya “Bagaimana jika semua shalawatku untukmu?” Beliau menjawab “jika itu kamu lakukan, niscaya Allah akan mencukupkan apa yang kamu cita-citakan dari urusan duniamu dan akhiratmu:.”


Terakhir, penulis ingin mengatakan bahwa seorang muslim harus memiliki agenda untuk meningkatkan ruhiyahnya, baik itu program harian, mingguan, bulanan, tahunan dan program seumur hidupnya. Hal itu dilakukan agar ia tidak lupa terhadap kewajibannya, untuk memenuhi hidupnya dengan kebaikan, dan agar senantiasa berada dalam kondisi ruhiyah yang tinggi. Dari pelatihan-pelatihan ruhiyah program harian, mengerjakan amalan-amalan sunah atau fardu yang diwajibkan seminggu sekali seperti kewajiban melaksanakan shalat jumat, menjalankan ibadah yang di isyaratkan sebulan sekali seperti puasa sunnah di tengah bulan, mengerjakan kefarduan yang di syariatkan setahun sekali seperti puasa ramadhan, atau yang difardukan seumur hidup seperti ibadah haji, dan menunaikan kewajiban prioritas, kewajiban primer, kewajiban kondisional seperti mengerjakan shalatjenazah, menjenguk orang sakit, memberi makan orang lapar, berbuat baik kepada tetangga, berbakti kepada orang tua, menyambung kekeluargaan, berjihad yang hukumnya fardu, atau mengerjakan ibadah-ibadah sunnah. Dengan semua amal ibadah maka sempurnalah seorang muslim, dan ia akan bertemu Allah dengan memperoleh keridhaan dari-Nya. sebagai tambahan ada baiknya silahkan simak tentang bahwa kita semua membutuhkan petunjuk Allah

Solusi Praktis Meningkatkan kecerdasan spiritual secara cepat dan efektif(Part I)

Sumber:  Said Hawwa dalam kitabnya yang berjudul tarbiyah ruhiyah “bab 7 Riyadlah dan mujahadah dalam beribadah” penerbit Aula Pustaka
Dalam postingan kali ini, saya akan mengetengahkan sebuah kajian tentang pengamalan, setelah kita banyak mengerti tentang dasar-dasar  keilmuan yang bisa membantu untuk memahami aspek-aspek spiritual dari amal perbuatan. Saya juga mengajak kamum muslim untuk menggali ilmu dan menjalankan pelatihan-pelatihan  ruhiyah dalam hidupnya (riyadhah ruhiyah, serta mengamalkan wirid-wirid harian secara rutin (mujahadah, wirid harian). Dimana agar amalan tersebut bernilai ibadah di hadapan Allah SWT maka harus di mulai langkah mencari ilmu secara kompherensif, baik  di madrasah-madrasah, melalui kajian otodidak, dari buku, blog, web,  pengajian atau hadir dalam forum diskusi tentang ilmu keislaman, baik yang bersifat umum atau yang bersifat khusus, adalah suatu kewajiban yang harus di lakukan.
Sahabatku, teryata tak hanya antivirus saja yang harus selalu di update, namun keimanan kitapun harus terus di update karena setiap hari bahkan setiap detiknya masalah kita terus bertambah kompleks seperti halnya virus yang ada di pc kita makin detik makin kuat sehingga antivirus kita pun harus terus bertambah kuat pula, dimana salah satu caranya adalah dengan mengupgradenya. Dari mulai kita anak-anak kemudian tumbuh jadi remaja, terus mulai memasuki dunia sekolah menegah, itu juga masalah, kemudian dari remaja kita tumbuh menjadi dewasa dan lulus sekolah menengah kemudian masuk kuliah, itu juga masalah baru lagi, terus berlanjut hingga kita di wisuda kemudian itu juga masalah lagi, setelah wisuda dapat kerja itu juga timbul lagi masalah baru, kemudian menikah, punya anak itu juga masalah baru lagi, terus berlanjut sampai kehidupan kita berakhir dan menghadap Allah SWT. Jadi jika keimanan kita tidak selalu di upgrade, bukan tidak mungkin masalah kita akan lebih besar dari pada keimanan kita, dan akhirnya berbagai penyakit jiwapun muncul seperti gelisah, galau, depresi, korupsi, perzinahan dimana-mana, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, bahkan ada yang sampai bunuh diri-Nauzubilah hiindalik-, oleh karena itu kita sebisa mungkin harus dalam keadaan keimanan kita lebih besar atau minimal sekali sama dengan masalah yang sedang kita hadapi, salah satu caranya dengan mengupgradenya sesering mungkin, terus persoalannya bagaimana cara menguprage keimanan kita, ternyata Rasulullah Saw manusia yang paling mulia telah memberikan cara yang paling efektif untuk mengupgrade keimanan kita sebagaiman sabdanya dalam suatu hadist:
Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah satu dari kalian, sebagaimana usangnya pakaian. Maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman di dalam hati kalian.” (HR. Thabrani dan Hakim)
Dan hadist:
“Perbaharuilah keimanan kalian!” Seorang bertanya, “Wahai Rosulullah! Bagaimana cara kami memperbaharui keimanan kami?” Beliau menjawab, “Perbanyaklah membaca ‘la ilaha illallah.” (HR. Thabrani dan Ahmad)

Olah Spiritual (Riyadlah Ruhiyah)
                Penulis mengajak kaum muslim untuk menjalankan olah spiritual (Riyadlah Ruhiyah) dalam kehidupannya, sesuai dengan kadar kemampuannya. Jika mereka mampu menjalani olah atau pelatihan ruhiyah selama 40 hari maka kerjakanlah. Jika mereka mampu menjalani pelatihan ruhiyah selama 3 hari ,  7 hari, 8 hari, lebih dari itu , kurang dari itu, atau mampu berbulan-bulan maka lakukanlah, selagi tidak melalaikan pekerjaan dan kewajibannya. Jika mereka tidak mampu melakukannya, maka lakukanlah apa yang mereka bisa asal tidak menelantarkan  keluarganya, pekerjaanya yang menjadi mata pencahariannya, dan rutinitas kewajiban-kewajibannya. Jika seseorang mengaitkan pelatihannya dengan bulan-bulan tertentu, seperti bulan ramadhan bulan-bulan haram, sepuluh hari bulan zulhiah atau bulan-bulan yang lain yang ditujukan oleh nash-nash syar’I sebagai waktu istimewa, maka ia boleh melakukan hal itu. Jika ia tidak mampu mengaitkannya, maka pelatihan-pelatihan ruhiyah boleh ia lakukan sesempatnya. Apabila ia mampu menggabungkan antara puasa, qiyamullail, shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an dan berbagai jenis zikir, maka ia boleh melakukan hal itu. Jika ia tidak mampu melakukannya, maka lakukanlah apa yang ia bisa, jika ia hanya memfokuskan satu jenis zikir, seperti membasca shalawat kepada Rosulullah SAW membaca la ilaha illahllah, istigfar, tasbih, tahlil, takbir, tahmid (bacaan subhanallah walhamdulilah wala ilaha illallah wallahu akbar), maka hal tersebut di nilai baik.
                Pelatihan ruhiyah seperti itu, dapat menaikan derajat manusia setinggi-tingginya dan dapat memindahkan hati nya dari satu tahapan ke tahapan berikutnya. Dalam sunah rosulullah SAW terdapat banyak penjelasan yang membuat kita termotivasi untuk melakukan jenis-jenis wirid tertentu. Misalnya tentang itikafnya Rosulullah SAW  terdapat keterangan bahwa Rosulullah Saw melaksanakan iktikaf di bulan ramadhan dan di luar bulan ramadhan. Pada tahun tertentu beliau beritikaf selama 20 hari. Beliau juga berkhalwat di gua Hira. Kegiatan berkhalwat ini meskipun dilakukan sebelum beliau diangkat menjadi Nabi, namun ini merupakan sebuah karunia ibadah yang Allah limpahkan kepada Rosulullah Saw. Di awal kemunculan islam terdapat kewajiban mengerjakan qiyamullail atas seluruh kaum muslim. Kemudian kewajiban itu dihapus hingga hukumnya menjadi sunnah. Ada pula nash0-nash yang mengisaratkan bilangan tertentu. Seperti hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmizi, “Barangsiapa melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama empat puluh malam, dan ia tidak pernah tertinggal rakaat pertama shalat isya niscaya Allah akan menuliskannya bebas dari neraka.”
                Jika seorang muslim secara diam-diam  berteguh hati menjalani pelatihan ruhiyah selama 40 hari, lebih dari itu atau kurang dari itu, maka apa dampak yang ia rasakan? Penulis katakan keimannya akan berkembang , makna-makna tauhid didalam hatinya akan tertanam kuat, dan pelatihan itu akan memberinya kejernihan berfikir,  dan kecerdasan analisis, dan masih banyak faedah lainnya. Jika amal perbuatan itu diulang-ulang pada setiap waktu senggang dalam kehidupannya, mak diharapkan cahaya keimanan yang ada didalam hatinya akan semakin besar dan selalu aktual.
                Penulis mengajukan sebuah agenda pelatihan ruhiyah sebagai berikut.
1.Shalat fardhu berjamaah.
2.Menjalankan seluruh shalat sunat rawatib.
3.memelihara shalat sunnah dhuha, shalat sunnah qiyamullail dan witir.
4.Shalat tasbih setiap hari.
5. Memfokuskan diri untuk mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an di sela-sela pelatihan.
6.Menaruh agenda zikir rutin, seperti istigfar, membaca shalawat kepada Rasulullah Saw, membaca kalimat tauhid (lailaha illallah) dan zikir-zikir mutlaq yang lain. Ia harus berusaha membaca masing-masing zikir sebanyak 70.000 kali. Hitungan 70.000 kali adalah batasan maksimal dalam berzikir.
7. Menaruh agenda wirid yang berkaitan dengan momen, seperti wirid-wirid shalat, al-ma’tsurat di pagi dan sore hari. Jika ia merasa bosan dengan satu jenis wirid, maka ia harus berpindah melakukan wirid yang lain.
8. Berpuasa pada hari apa saja sesempatnya menyedikitkan makan, menyedikitkan bicara, dan bergaul dengan orang-orang.
                Ada sebagian manusia yang mengatakan bahwa rutinitas ibadah diatas omong kosong dan batil. Mereka ingin memalingkan kaum muslim dari melakukan ibadah-ibadah rutin. Mereka lakukan itu karena mereka semua memiliki standar keilmuan yan rusak dan tingkat keimanan yang sudah menipis. Sungguh, keimanan seberat biji sawi tidak bisa ditandingi nilainya ileh siapapun. Jika keimanan seberat biji sawi saja bisa mengeluarkan manusia dari api neraka dan dapat memeliharanya dari kekekalan di dalamnya, maka bagaimana halnya dengan pelatihan-pelatihan ruhiyah yang menjadikan keimanan manusia seperti gunung, memberinya ketentraman hati, membersihkannya dari tuntutan-tuntutan hawa nafsu dan menjauhkannya dari godaan dan fitnah setan?
                Sungguh setiap muslim harus berfikir jernih. Dan para murabbi yang berada di lingkungan umat islam harus memberikan porsi khusus dalam  pelatihan ruhiyah ini. Untuk mengetahui kesahihan pendapat  yang telah penulis sebutkan, maka cukup kiranya bagi setiap muslim merenungi dua hadist berikut:
“Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah satu dari kalian, sebagaimana usangnya pakaian. Maka mintalah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman di dalam hati kalian.” (HR. Thabrani dan Hakim)
Dan hadist:
Perbaharuilah keimanan kalian!” Seorang bertanya, “Wahai Rosulullah! Bagaimana cara kami memperbaharui keimanan kami?” Beliau menjawab, “Perbanyaklah membaca ‘la ilaha illallah.” (HR. Thabrani dan Ahmad)
Jika kenimanan yang masih utuh saja butuh pembaharuan, maka bagaimana halnya dengan hati yang lalai? Bagaimana halnya dengan hati yang telah berlapis dosa? Bagaimana halnya dengan hati yang penuh dengan bisikan-bisikan setan? Bagaimana halnya dengan hati yang kebingungan? Bagaimana halnya dengan hati yang gelisah? Bagaimana halnya dengan hati yang penuh keraguan? Bagaimana halnya dengan hati yang digerogoti oleh penyakit dan keinginan-keinginan hawa nafsu?
                Semua ini membutuhkan pelatihan-pelatihan ruhiyah yang handal dan program ruhiyah yang terarah. Adapun program yang penulis tawarkan di atas hanya sebagai contoh. Seorang muslim yang menyibukan dirinya dengan membaca shalawat kepada Rosulullah Saw selama berhari-hari sambil tidak lupa mengerjakan shalat fardu, maka amaliah seperti itu mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap hatinya. Demikian pula bila ia menyibukan membaca Al-Quran. Yang penting, seorang muslim tidak boleh lupa untuk menjalankan pelatihan ruhiyah, baik sekali ataupun berkali-kali dalam hidupnya.

untuk penjelasan lebih lengkap lagi baca lanjutannya part II dan lebih jauh lagi simaklah ini tentang hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya

Kamis, 02 Oktober 2014

Conseptual frame work about "LOVE"

Kenapa kita menutup mata ketika kita
tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK
TERLIHAT...
____
Kita semua agak aneh...dan hidup sendiri
juga agak aneh....
Dan ketika kita menemukan seseorang
yang keunikannya SEJALAN dengan kita..
kita bergabung dengannya dan jatuh ke
dalam suatu keanehan serupa
yang dinamakan C I N T A . .
_____
Ada hal-hal yang tidak ingin kita
lepaskan.
Orang-orang yang tidak ingin kita
tinggalkan . .
Tapi ingatlah...melepaskan BUKAN akhir
dari dunia . .
melainkan awal suatu kehidupan baru . . .
_____
Apabila cinta tidak berhasil...BEBASKAN
dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan
sayapnya dan terbang ke alam bebas...
LAGI..
Ingatlah...bahwa kamu mungkin
menemukan cinta dan kehilangannya . .
tapi..ketika cinta itu mati . . .
kamu TIDAK perlu mati bersamanya . .
_____
Orang terkuat BUKAN mereka yang
selalu menang . .
MELAINKAN mereka yang tetap T E G A R
 ketika mereka jatuh
Entah bagaimana...dalam perjalanan
kehidupan,
kamu belajar tentang dirimu sendiri . . .
dan menyadari . .
bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada . . .

HANYALAH penghargaan abadi atas
pilihan2 kehidupan yang telah kau
buat MENCINTAI . . .
BUKANlah bagaimana
kamu melupakan . . .
melainkan bagaimana kamu
MEMAAFKAN . .

BUKANlah bagaimana kamu
mendengarkan . . .
melainkan bagaimana kamu
MENGERTI . . .
BUKANlah apa yang kamu lihat . . .
melainkan apa yang kamu RASAKAN . .
BUKANlah bagaimana kamu
melepaskan . . .
melainkan bagaimana kamu
BERTAHAN . . .
_____
Lebih berbahaya mencucurkan air mata
dalam hati . .
Dibandingkan menangis tersedu2 . . .
Air mata yang keluar dapat dihapus .
sementara air mata yang tersembunyi ,
menggoreskan luka yang tidak akan
pernah H I L A N G . . .
_____
Dalam urusan cinta, kita SANGAT
JARANG menang . .
Tapi ketika CINTA itu T U L U S ,
meskipun kalah,
kamu TETAP MENANG hanya karena
kamu berbahagia . . .
dapat mencintai seseorang . .
LEBIH dari kamu mencintai dirimu
sendiri . . .
_____
Akan tiba saatnya dimana kamu harus
berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti
mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.
_____
Apabila kamu benar2 mencintai
seseorang, jangan lepaskan dia . .
jangan percaya bahwa melepaskan
SELALU berarti kamu benar2 mencintai
MELAINKAN . BERJUANGLAH DEMI C I
N T A M U ( " Fight For Your Dream" )
Itulah: C I N T A S E J A T I . . .
bukannya seperti: " Easy Come . . . Easy
Go "
_____
Lebih baik menunggu orang yang kamu
inginkan
DARIPADA berjalan bersama orang
"yang tersedia"
Lebih baik menunggu orang yang kamu
cintai
DARIPADA orang yang berada di
"sekelilingmu"
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat untuk
dibuang dengan hanya
"seseorang"
_____
Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang PALING menyakiti
hatimu
dan kadang kala, teman yang
membawamu ke dalam pelukannya
dan menangis bersamamu adalah cinta
yang tidak kamu sadari....
lelaki sejati yang Bijak Berkata:
"Kebahagiaan itu bukan karena DENGAN
SIAPA kita hidup. Akan tetapi karena
bagaimana kita MENJALANI &
MENERIMA hidup dengan tulus dan
ikhlas."

Itulah kebahagiaan yang sebenar-benarny
a.
Karena sesungguhnya..
Cinta sejati itu bukanlah bagaimana cara
kita untuk memiliki seseorang yang kita
sayangi.
:
:: :: :...: ::
SETUJU..?

Senin, 22 September 2014

JIKA DUA HATI TELAH DI GARISKAN UNTUK HIDUP BERSAMA

Jodoh yang baik memang harus dijemput dengan bermacam cara yang baik pula.
Ketika dua insan telah ditakdirkan untuk berjodoh.
Maka..
Sejauh apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sesulit apapun rintangan yang menghalangi mereka.
Sebesar apapun perbedaan diantara mereka.
Sekuat apapun usaha mereka untuk menghindarinya.
Pasti di suatu saat,
Mereka akan bersatu juga pada akhirnya.
Selalu ada hal yang datang menjadi penyebab untuk dapat menyatukan mereka berdua.
Selalu ada suatu kejadian yang akan membuat mereka saling mendekat dan pada akhirnya bersatu dalam sebuah ikatan suci.
Akan tetapi..
Ketika dua insan telah ditakdirkan untuk tidak berjodoh.
Maka..
Sedekat apapun jarak tempat tinggal mereka.
Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat.
Sekeras apapun upaya mereka untuk bisa bersatu.
Sekuat apapun perasaan yang telah ada dalam hati mereka berdua.
Sesering apapun hubungan diantara mereka sebelumnya.
Pasti di suatu saat..
Mereka pada akhirnya akan terpisah juga.
Selalu ada hal yang dapat membuat mereka akhirnya saling menjauh.
Selalu ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak sreg,
Selalu ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik.
Tapi ada satu hal yang tidak boleh kita abaikan..
Setelah kita berupaya dengan segala apa yang kita harapkan, tapi kenyataan mengatakan lain..
Maka percayalah bahwa keputusan-Nya adalah jalan terbaik bagi kita.
Rancangan-Nya adalah sebaik-baiknya rancangan untuk kita.
Ketika kita tidak mendapatkan suatu hal yang kita inginkan, bukan berarti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkannya.
Akan tetapi justru sebaliknya..
Kiita pantas mendapatkan yang lebih baik menurut Kehendak-Nya.

Kamis, 18 September 2014

Al-Qoyum(Yang Maha Berdiri Sendiri)

Sahabat tiar solution, di postingan kali ini saya ingin mengajak untuk berkenalan lebih dekat lagi dengan zat yang menciptakan kita,yang mengurus kita setiap sepersekian detiknya tanpa pernah lelah, mengantuk apalagi tertidur dengan salah satu asmanya yaitu Al-Qoyum(Yang Maha Berdiri Sendiri)
                Allah Swt adalah zat yang memiliki nama Al-qoyum yaitu zat yang maha berdiri sendiri tidak membutuhkan suatu mahluk apapun, untuk membantunya dalam segala hal termasuk ketika menciptakan alam semesta ini, matahari, bulan, bintang, planet-planet dan seluruh alam zagat raya ini termasuk kita sebagai manusia. Allah swt sungguh sangat berbeda sekali dengan kita, yang semandiri-mandirinya kita, kita tetap membutuhkan sesuatu seperti bumi tempat kita berpijak, udara, air, makanan, manusia lainnya dan lain sebagainya. Kita tidak bisa hidup tanpa sesuatu apapun, bahkan setiap sepersekian detik tubuh kita ini di urus oleh Allah SWT dicukupkan terus setiap kebutuhan kita seperti makanan, minuman, udara dan kebutuhan lainnya. Buktinya sampai detik ini kita masih hidup sehat wal afiat, termasuk triliunan sel yang ada di tubuh kita yang setiap waktunya selalu beregenerasi, organ pencernaan kita, jantung, paru-paru dan seluruh organ tubuh lainnya, semuanya benar-benar di urus olehnya, kita sama sekali tidak harus repot-repot memikirkan bagaimana mengolah udara yang kita hirup, mencerna makanan yang kita makan, mendetakan jantung, karena jika itu kita lakukan semua, niscaya kita tidak akan sanggup sahabatku, kalau kita mau mempelajarinya lebih dalam semua proses itu begitu sangat komplek, dan jika dibandingkan dengan masalah yang kita alami sekarang sama sekali tidak ada apa-apanya. Sedangkan Allah tidak butuh apapun dia bisa menyelesaikan segala sesuatunya sendiri tanpa merasa kesulitan sedikitpun semuanya mudah bagi Allah Swt. Termasuk malaikat yang diciptakan oleh Allah SWT, itu semua bukan berarti Allah SWT butuh malaikat untuk melayaninya, itu hanya merupakan cara Allah SWT memperlihatkan sebagian kekuasaannya, Allah SWT pun sebenarnya tidak butuh ibadah dari manusia, karena jika seluruh manusia dan jin taat kepadanya, tidak akan menambah kemuliaan-Nya sedikitpun, begitu pula jika seluruh manusia dan jin kafir kepada Allah SWT, niscaya tidak akan mengurangi kemuliaannya sedikpun. Jadi sama sekali tidak ngaruh, justru ibadah yang telah Allah SWT wajibkan kepada kita semua semata2 untuk kepentingan dan kemuliaan kita sebagai seseorang yang menghamba, bukan untuk kepentingan Allah sama sekali.
                Kita sebagai mahluk atau hamba Allah yang mempunyai fungsi untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini sudah sepatutnya menerapkan sebagian  kecil asma Allah SWT Al-qoyum tersebut yaitu dengan cara kita harus bisa hidup semandiri mungkin, hati kita harus sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT, tidak boleh di hati kita ada sesuatu yang lain,dimana jika ada sesuatu tersebut harus di niatkan karena Allah SWT. Jika kita masih mampu untuk mencukupi kebutuhan kita sendiri, janganlah meminta-minta kepada mahluk, karena hal itu akan menurunkan ijah atau kemuliaan kita dihadapan Allah SWT.Jangan merasa bahagia jika kita masih jadi beban orang lain, harus berusaha dengan sekuat tenaga, sepenuh daya dan upaya untuk bisa mencukupi kebutuhan kita sendiri, sehingga kita tidak lagi jadi beban orang lain, dan sebisa mungkin kita harus membalas jasanya dia sebisa lita, jika tidak ada uang kita bisa pakai pikiran atau tenaga kita. Kalau tidak dengan pikiran dan tenaga kita bisa dengan doa, doakanlah agar orang yang telah menolong kita kebaikannya dibalas oleh Allah SWT berlipat ganda.
                Dengan kita masih bergantung kepada mahluk maka ciri-cirinya hati ini selalu gelisah, namun jika kita menyerahkan semuanya kepada Allah SWTmaka kita akan diberikan perasaan yang tidak semua orang dapat merasakannya yaitu perasaan nyaman, aman, dan tidak akan risau dengan kehidupan dunia yang sementara ini, karena dia yakin Allah SWT pasti mengurusnya, pasti memenui kebutuhan yang diperlukannya. Allah SWT tahu kalau kita misalnya sedang sayang sama seseorang, yakinlah selalu bahwa Allah SWT tahu apa yang sedang dirasakan oleh kita Allah maha tahu apa yang tampak dan tersembunyi, Allah maha pengasih dan maha penyayang dimana dalam sebuah hadist shahih bahwa kasih sayang Allah SWT terhadap mahluknya 10x lebih besar daripada kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Jika memang dia yang terbaik, dapat membuat kita lebih taat, lebih dekat, dan lebih bertakwa kepada-Nya, yakinlah pasti Allah mendekatkan  dan menyatukan ke dalam hubungan yang di ridhoinya yaitu hubungan pernikahan. Namun jika dia memang bukan yang terbaik bagi kita, pasti Allah SWT akan membantu kita menghilangkan rasa sayang ini kepada si dia, dan pasti memberikan gantinya yang jauh lebih baik, yang terpenting pasrahkan semuanya kepada-Nya, berdoa terus agar Allah memberikan jawaban yang terbaik mengenai rasa sayang kepada si dia ini, dibarengi ikhtiar yang tidak melanggar syariat yang telah Allah ciptakan untuk kita, salah satu ikhtiar yang terbaik ialah mengoptimalkan waktu semaksimal mungkin untuk terus memperbaiki diri kita, karena sesungguhnya perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan begitu sebaliknya.

                Sahabatku, dari postingan kali ini kita dapat belajar banyak khususnya dalam mengenal lebih dekat dengan pencipta kita yaitu Allah SWT, pada intinya kita sedikit demi sedikit tapi pasti harus membersihkan hati kita terus , agar di hati kita tidak ada sesuatu yang lain kecuali hanya Allah SWT, itulah inti ilmu tauhid secara garis besar, jika kita memang harus bergantung kepada mahluk usahakan hanya badan kita saja yang bergantung tpi hati kita, tetap kepada Allah SWT, salam hangat Bachtiar Yusuf.S untuk anda yang tertarik dengan pembahasan di artikel ini dan ingin tahu penjelasannya yang  lebih dalam lagi silahkan simak ceramah dariAagym yang dimana artikel ini juga di ambil dari ceramah beliau semoga bermanfaat.

Minggu, 07 September 2014

Jika merindukan dia nun jauh di sana

Jika merindukan dia nun jauh di sana..
Rindukan dengan do’a..
Semoga dengan izin Allah dia pun merasakan hal yang sama..
Titipkan dia pada Allah karena Dia adalah sebaik-baik penjaga..
Nantikanlah hadirnya dengan kesabaran..
Tunggulah sosoknya dengan keikhlasan dan ketulusan..
Semoga jika saatnya tiba, Allah mengizinkan kembali untuk bersua sehingga nuansa bahagia mewarnai hari-hari kita..

Rabu, 13 Agustus 2014

Teruntuk Mereka yang Bekerja di bidang perpajakan atau kantor pajak

Islam telah mengharamkan segala bentuk kedhaliman dengan memakan harta orang lain tanpa hak. Allah ta’ala berfirman :
وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil…..” [QS. Al-Baqarah : 188].
يا عبادي ! إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرما، فلا تظالموا
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan kedhaliman bagi diri-Ku dan Aku jadikan hal itu keharaman pula atas di antara diri kalian. Maka, jangan saling mendhalimi…” [Hadits Qudsiy, diriwayatkan oleh Muslim no. 2578 dari Jaabir radliyallaahu ‘anhu].
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan kepada Mu’adz saat ia diutus berdakwah ke negeri Yaman :
". . . فإن هم أطاعوك لذلك ، فأخبرهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم ، فإن هم أطاعوك لذلك ، فإياك وكرائم  أموالهم، واتق دعوة المظلوم فإنه ليس بينها وبين الله حجاب"
“….Apabila mereka mentaatimu, khabarkanlah bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya dan dikembalikan kepada orang-orang faqir di antara mereka. Apabila mereka mentaatimu atas hal itu, jagalah dirimu atas kemuliaan harta-harta mereka. Dan takutlah akan doa orang yang teraniaya, karena antara dia dan Allah tidak ada penghalang baginya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1395 & 1458 dan Muslim no. 31]
Salah satu bentuk kedhaliman dalam masalah harta keharaman yang dipandang syari’at Islam adalah mengambil upeti/pajak[1] dari harta kaum muslimin. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
إن صاحب المكس في النار
“Sesungguhnya penarik pajak masuk neraka” [Diriwayatkan oleh Ahmad 4/109 dari hadits Ruwaifi’ bin Tsaabit radliyallaahu ‘anhu; Al-Arna’uth berkata : Hasan lighairihi].
لا يدخل الجنة صاحب مكس
“Tidak akan masuk surga penarik pajak” [Diriwayatkan oleh Ahmad 4/143 & 150, Abu Dawud no. 2937, Ad-Daarimiy 1/330, dan Al-Haakim 1/404; Al-Arna’uth berkata : Hasan lighairihi].
Bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyandingkan dosa penarik pajak ini dengan dosa pelaku zina :
مهلا يا خالد، فوالذي نفسي بيده ! لقد تابت توبة لو تابها صاحب مكس لغفر له
“Berhati-hatilah wahai Khaalid, demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia telah bertaubat dengan satu taubat yang seandainya penarik pajak bertaubat, niscaya ia akan diampuni” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1695 dan Ahmad 5/348].
Dalam sabda beliau tersebut memberikan satu pengertian dosa para penarik pajak lebih besar daripada dosa pelaku zina, karena beliau membandingkan dosa zina dengan sesuatu yang besar/lebih besar agar Mu’adz tidak mencela orang yang telah bertaubat dari perbuatan zina.
An-Nawawiy rahimahullah berkata saat mengomentari hadits di atas :
أن المكس من أقبح المعاصي والذنوب الموبقات وذلك لكثرة مطالبات الناس له
“Bahwasannya penarik pajak termasuk kemaksiatan yang sangat jelek dan dosa-dosa yang membinasakan. Hal itu dikarenakan banyaknya manusia yang kelak akan menuntutnya…” [Syarh Shahih Muslim].
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radliyallaahu ‘anhumaa, ia berkata :
إن صاحب المكس لا يسأل عن شيء يؤخذ كما هو فيرمى به في النار
“Sesungguhnya penarik pajak tidak akan ditanya tentang sesuatu sebagaimana mestinya, lalu ia dilemparkan dengannya ke dalam neraka” [Diriwayatkan Abu ‘Ubaid dalam Al-Amwaalhal. 704].
Para ulama terdahulu telah sepakat akan haramnya pungutan-pungutan pajak. Ibnu Hazmrahimahullah berkata :
واتفقوا أن المراصد الموضوعة للمغارم على الطرق وعند أبواب المدن وما يؤخذ في الأسواق من المكوس على السلع المجلوبة من المارة والتجار، ظلم عظيم وحرام وفسق ، حاشا ما أخذ على حكم الزكاة وباسمها من المسلمين من حول إلى حول مما يتجرون به ، وحاشا ما يؤخذ من أهل الحرب وأهل الذمة مما يتجرون به من عشر أو نصف عشر، فإنهم اختلفوا في ذلك ، فمن موجب أخذ كل ذلك ومن مانع من أخذ شيء منه إلا ما كان في عهد صلح أهل الذمة مذكورا مشترطا عليهم فقط
“Para ulama bersepakat bahwa penarikan pungutan di jalan-jalan dan pintu-pintu kota bagi keperluan orang-orang yang berhutang, serta pungutan yang diambil di pasar-pasar terhadap barang dagangan yang dibawa orang-orang yang lewat dan para pedagang adalah satu kedhaliman yang besar, haram lagi fasik – meskipun pungutan itu disamakan dengan hukum zakat dan dinamakan dengannya, yang dipungut setiap tahun dari yang diperdagangkan kaum muslimin. Adapun pungutan yang diambil dari ahlul-harb dan ahludz-dzimmah atas barang yang mereka perdagangkan sebesar sepuluh persen atau limapersen, maka para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Ada yang mewajibkannya, ada pula yang melarangnya kecuali jika saat perjanjian damai hl itu telah disyaratkan kepada mereka/ahludz-dzimmah [Maraatibul-Ijmaa’, hal 121 – dan Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah menyepakatinya].
Oleh karena itu, tidak selayaknya bagi kaum muslimin yang shaalih untuk bekerja sebagai penarik pungutan pajak dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Telah berkata Adz-Dzahabiy rahimahullah :
الكبيرة السابعة والعشرون : المكاس ، وهو داخل في قول الله تعالى : {إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ} ، والمكاس من أكبر أعوان الظلمة، بل هو من الظلمة أنفسهم ، فإنه يأخذ ما لا يستحق ويعطيه لمن لا يستحق ، ولهذا قال صلى الله عليه وسلم : "لا يدخل الجنة صاحب مكس " رواه أبو داود، وما ذاك إلا لأنه يتقلد مظالم العباد، ومن أين للمكاس يوم القيامة أن يؤدي للناس ما أخذ منهم ، إنما يأخذون من حسناته - إن كان له حسنات -، وهو داخل في قول النبي صلى الله عليه وسلم : "أتدرون من المفلس ؟". قالوا: يا رسول الله ! المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع . قال : "إن المفلس من أمتي من يأتي بصلاة وزكاة وحج ويأتي وقد شتم هذا وضرب هذا وأخذ مال هذا، فيؤخذ لهذا من حسناته ولهذا من حسناته ، فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه ، أخذ من سيئاتهم فطرحت عليه ثم طرح في النار"، وفي حديث المرأة التي طهرت نفسها بالرجم : "لقد تابت توبة لو تابها صاحب مكس لغفر له أو لقبلت توبته "، والمكاس فيه شبه من قاطع الطريق ، وهو من اللصوص ، وجابي المكس وكاتبه وشاهده وآخذه من جندي وشيخ وصاحب رواية شركاء في الوزر، آكلون للسحت الحرام . . . والسحت : كل حرام قبيح الذكر يلزم منه العار. . .
“Dosa besar ketujuhbelas : Penarik pajak. Ia masuk dalam firman Allah ta’ala :‘Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat lalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih’ (QS. Asy-Syuuraa : 42). Penarik pajak adalah termasuk penolong kedhaliman yang paling besar, bahkan ia merupakan kedhaliman itu sendiri. Karena, ia mengambil sesuatu yang ia tidak berhak mengambilnya dan kemudian ia memberikan kepada orang yang tidak berhak menerimanya. Oleh karena itu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Tidak akan masuk surga penarik pajak’. Diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Penarik pajak memikul tanggung jawab penganiayaan terhadap manusia. Pada hari kiamat kelak, para penarik pajak akan (dituntut) mengembalikan pada manusia apa-apa yang telah ia ambil dari mereka. Mereka hanyalah akan mengambil (pahala) kebaikan-kebaikan darinya – jika ia mempunyai kebaikan - , sebagaimana masuk dalam sabda Nabishallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Apakah kalian mengetahui siapa itu ‘muflis’ (orang yang bangkrut) itu ?’. Para shahabat menjawab : ‘Muflis itu menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham maupun kekayaan lainnya’. Beliau bersabda : ‘Sesungguhnya muflis (orang yang bangkrut) dari kalangan umatku adalah orang yang datang dengan membawa (pahala) shalat, zakat, dan haji. Namun di samping itu, ia pun datang dengan keadaan mencaci maki seseorang, memukul seseorang, atau mengambil harta seseorang. Maka akan diambil amal kebaikannya untuk dosa ini dan amal kebaikan ini untuk dosa itu. Hingga apabila telah habis kebaikan-kebaikannya sebelum bisa menunaikan apa yang ditanggungnya, akan diambil kejelekan-kejelekan (dosa) mereka yang kemudian ditimpakan kepadanya, hingga kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka’.
Dan juga dalam hadits tentang seorang wanita yang menyucikan dirinya dengan hukuman rajam : ‘Sungguh ia telah bertaubat dengan satu taubat yang seandainya penarik pajak bertaubat, niscaya ia akan diampuni atau akan diterima taubatnya’.
Penarik pajak itu menyerupai para perampok/pembegal jalanan. Ia termasuk pencuri.Semua orang yang terlibat dalam pemungutan pajak, seperti penulisnya, saksinya, dan pemungutnya; baik dari tentara, syaikh (sesepuh), atau orang yang berilmu, semuanya bersekutu dalam dosa. Mereka semua memakan barang yang haram…. Barang yang haram adalah setiap barang yang jelek yang jika disebutkan mengkonsekuensikan padanya aib/cela” [Al-Kabaair, hal. 185-186].
Semoga Allah ta’ala memudahkan kaum muslimin untuk berhijrah dengan sebenar-benarnya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ
”Dan Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah”[Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 6484 dan Muslim no. 41].
Dalam tata keuangan negara Islam, dikenal empat jenis pungutan:

1. Zakat Mal, dan Zakat Jiwa. Pungutan ini hanya diwajibkan atas umat Islam. Dan saya yakin anda telah mengetahui perincian & penyalurannya dengan baik.

2. Al Jizyah (Upeti)/pungutan atas jiwa, dikenakan atas ahlul kitab yang berdomisili di negeri Islam.

3. Al Kharaj (semacam pajak bumi), dikenakan atas ahlul kitab yang menggarap tanah/lahan milik negara Islam. Hasil kedua pungutan dari ahlul kitab yang berdomisili di negeri Islam ini digunakan untuk membiayai jalannya pemerintahan Islam.

4. Al 'Usyur atau Nisful 'Usyur, Al 'Usyur (atau 1/10) adalah pungutan atas pedagang ahlul harb (orang kafir yang berdomisili di negeri kafir dan tidak terjalin perjanjian damai dengan negara Islam atau bahkan negara kafir yang memerangi negara Islam), dipungut dari mereka seper sepuluh dari total perniagaannya di negeri Islam. Sedangkan Nisful 'Usyur (1/20) adalah pungutan atas para pedagang ahlul zimmah, orang kafir yang menghuni negeri Islam.

Itulah pungutan yang dikenal dalam syari'at Islam. Bila anda bandingkan pungutan pajak dengan ketiga jenis pungutan dalam Islam, maka lebih serupa dengan pungutan ke 2, ke 3 & ke 4 (Al Jizyah, Al Kharaj & Al 'Usyur atau Nisful 'Usyur). Padahal pajak diwajibkan atas semua warga negara, tanpa pandang bulu agamanya. Tentu ini adalah perbuatan yang tidak terpuji alias menyelisihi syari'at Islam.

Seharusnya, Negara Islam membedakaan penduduknya berdasarkan agamanya, umat Islam dipungut zakat jiwa dan zakat harta kekayaan, termasuk zakat perniagaan, sedangkan non muslim dipungut Al Jizyah, Al Kharaj & Al 'Usyur atau Nisful 'Usyur.

Yang terjadi, zakat tidak diurus dan tidak dikelola dengan baik, sedangkan Al Jizyah &  Al Kharaj dikenakan atas semua warga negaranya, tidak heran bila anda mau makan saja harus membayar pungutan, anda menjual makananpun juga dikenakan upeti, dan seterusnya.

Saran saya, untuk seluruh sahabat Tiar Solution yang sudah terlanjur agar berusaha untuk minta mutasi ke instansi lain yang tidak ada kaitannya dengan pajak atau perbankan, walaupun resikonya turun golongan. Bila solusi ini tidak dapat ditempuh, maka lebih baik sahabat berhenti dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan lain yang jelas-jelas halal. Percayalah, bahwa bila saudara meninggalkan pekerjaan yang haram karena Allah, pasti Allah memberi saudara jalan keluar dan pekerjaan yang halal dan lebih baik dari yang pekerjaan sekarang.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا {2} وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا  . الطلاق 2-3

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Qs. At Talaaq: 2-3)

Dahulu ulama' kita menegaskan:

مَنْ تَرَكَ شَيئاً لله عَوَّضه الله خَيراً منه

"Barang siapa meninggalkan suatu hal karena Allah, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik."

Wallahu a'alam bisshawab.