Semakin berilmu seseorang, seharusnya ia semakin tahu akan tanda-tanda Kebesaran Allah SWT, maka seharusnya pula ia semakin beriman kepada-Nya, semoga kita bagian dari orang-orang itu, Amin.

Rabu, 17 April 2013

BELAJAR DARI KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam
sumur. Hewan iu menangis dengan memilukan selama berjam-jam,
semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua
dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena
berbahaya);
jadi tidak berguna untuk menolong si keledai.
Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang
membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah
ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang
sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.
Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai
menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam
sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan
tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop
tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.
Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa
punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu

Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah
kotor ke atas punggung hewan itu,si keledai terus juga
menguncangkan badannya dan melangkah naik.
Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai
meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

~~~

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran
kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah,
beban pikiran) adalah dengan menguncangkan segala tanah
dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita)
dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan
hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu
pijakan untuk melangkah.
Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam
dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan
melangkahlah naik !!!

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu
kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita
miliki saat ini !"

Solusi agar bisa menghargai setiap detik waktu yang kita punya


Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang
sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus
anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa
uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa
yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang
pinjaman itu.

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.
Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam
harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan
untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya
pada anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap
hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda. Setiap
malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak
menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak
bisa menariknya kembali. Juga, anda tidak bisa meminta "uang
muka" untuk keesokan hari. Anda harus hidup di dalam simpanan
hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan,
kebahagiaan dan kesuksesan anda.

Jam terus berdetak. Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid
yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang
melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor
majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih
yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang
yang ketinggalan pesawat terbang.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang
yang baru saja terhindar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada
peraih medali perak Olimpiade.

Renungan:

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu
tidaklah menunggu siapa-siapa.

Bocah Pembeli Es Krim

Minggu siang di sebuah mall. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun
berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual es krim. Karena pendek, ia
terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh
sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

    "Mbak sundae cream harganya berapa?" si bocah bertanya.

    "Lima ribu rupiah," yang ditanya menjawab.

    Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung
recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan
raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih "berduit" ngantre
di belakang pembeli ingusan itu.

    "Kalau plain cream berapa?"

    Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, "Tiga
ribu lima ratus".

    Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, " Kalau begitu saya mau
sepiring plain cream saja, Mbak," kata si bocah sambil memberikan uang
sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan
sepiring plain cream.

    Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor
yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas
dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang
logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar,
sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan
keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

    Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini
adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan
sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

peduli...

APA YANG TERJADI PADA AKUN FACEBOOK KITA SELEPAS KITA MENINGGAL DUNIA???

Satu peringatan sebenarnya untuk
kita semua........Mari kita renungkan bersama.....Jika pada suatu hari nanti kita mati,
akun facebook ini hanya kita yg tahu
paswordnya kan. Kecuali ada sebagian
orang yg mempercayakan password
pada sahabatnya.
Dan selepas kita meninggal mungkin
orang akan menulis rasa duka cita di
dinding kita. Tapi sadarkah kita?
Foto-foto kita akan terus membuat
kita tersiksa di alam kubur. Apalagi
bagi wanita foto yg tidak menutup
aurat dan para lelaki akan terus
melihat. Walau sudah bertahun wafat
dosa kita terus meningkat bagaimana?
Pernah berpikir tidak? Legging dan
jeans ketat bisa kah menyelamat kan
kita?
Mungkin kini kita merasa bangga
dengan berbagi cerita dengan foto
foto yg cantik dan tampan. Tapi
sepertinya semua itu tidak akan
membawa arti. Semua hanya tinggal
kenangan bagi teman yg masih hidup.
Dan mereka akan segera melupakan
teman yg selalu memiliki foto profil
cantik atau
tampan tersebut. Maka bagi yg muslim
utamanya, tutupilah auratmu sebelum
dirimu dikafankan.
Jagalah harga diri anda, jagalah
kesombongan anda. Karena semua yg
hidup pasti
akan mati. Persiapkan dirimu untuk
mati karena itu perlu.
Mari di share/bagikan jika anda