Semakin berilmu seseorang, seharusnya ia semakin tahu akan tanda-tanda Kebesaran Allah SWT, maka seharusnya pula ia semakin beriman kepada-Nya, semoga kita bagian dari orang-orang itu, Amin.

Senin, 21 November 2016

JANGAN ANGGAP REMEH MONEY RUSH

Entah ini tulisan siapa, yang pasti tulisannya mudah dipahami terkait dengan rencana gerakan Money Rush. Saya edit sedikit seperlunya. Tolong baca dan pertimbangkan baik-baik.
----
Belakangan santer berhembus isyu ajakan untuk melakukan money rush, atau menarik uang dari bank yang dilakukan banyak orang dalam waktu hampir bersamaan. Dalam international monetery system, ada sebuah rumus sederhana yang diberi nama Fractional Reserve. Rumusnya 9 : 1
9 sebagai kelebihan cadangan. Dan 1 bagian sebagai cadangan wajib. Jadi setiap uang tunai yang disetorkan nasabah, bank akan membaginya menjadi dua bagian sesuai rumus Fractional Reserve.
Kita buat study kasus saja ya biar mudah dipahami. Misalkan ada seorang wanita bernama bunga. Dia membawa uang tunai 100 juta. Sesuai rumus fractional reserve, uang bunga akan dibagi menjadi dua bagian. 90% diambil sebagai kelebihan cadangan. Maka uang bunga yang dijadikan kelebihan cadangan adalah : 90.000.000. Sementara cadangan wajib adalah 10.000.000.
Cadangan wajib adalah uang yang harus tersedia, buat jaga-jaga kalau nasabah mengambil uangnya. Karena itu, uang 10 juta milik bunga akan ditaruh di atm atau brangkas bank. Sementara kelebihan cadangannya, yang 90 juta itu tidak ditaruh brangkas atau atm.
Tahu kemana larinya?
Yes..., untuk disalurkan kepada orang-orang yang suka ngutang bank. Namanya aja kelebihan cadangan, ya dipinjam-pinjamkan dong hehehe.
Aslinya ada yang serem banget sih soal fractional reserve. Sebab rumus ini bisa menghasilkan keuntungan dari udara kosong. Bisa melipat gandakan uang dengan jumlah lebih besar dibanding metodenya Kanjeng Dimas Taat Pribadi. Yang intinya, anda bisa pahami bahwa rumus itu berlaku untuk semua uang tunai yang ditabung di bank.
Artinya, di mesin-mesin atm dan brangkas bank, isinya hanya 10% dari seluruh uang tunai yang ditabung nasabah. Sementara yang 90% berada di tangan para tukang hutang.
Simpel sekali membacanya. Kalau semua nasabah mengambil 10% saja dari nilai tabungan mereka, maka perbankan sudah pasti akan kolaps. Mereka kehabisan stok uang tunai dan kehilangan liquiditasnya. Sebab mereka memang cuma nyimpan 10% saja dari nilai tabungan nasabah.
Hal ini terjadi pada tahun 1998. Dalam kondisi chaos, masyarakat beramai-ramai melakukan rush. Dan terbukti, indonesia krisis. Tahun 2008 nyaris terulang. Kalau saja pemerintah tidak memberikan bail out kepada bank century, maka rush akan terjadi lagi.
Memang sih banyak yang bilang century hanya bank kecil. Jadi mustahil menyebabkan krisis yang sistemik. Tapi perlu diingat, bahwa sekarang arus informasi lebih cepat dibanding kereta cepat. Century memang bank kecil. Tapi isyu bank kolaps akan membuat orang takut. Kalau takut, maka mereka akan melakukan rush. Kalau terjadi rush, ambruklah sistem moneter kita!
Jadi, terlepas uang triliunan bail out century dikorup atau enggak, mengeluarkan uang sebanyak itu malah lebih murah dibanding akibat kalau terjadi rush.
Nah..., kalau sekarang ramai ajakan rush dan mengosonkan rekening bagi umat islam, maka akibatnya sudah bisa dibaca. Jangankan mengosongkan rekening, semua umat islam menarik 10% saja tabungannya, maka bank sudah pasti akan kolaps.
Jadi gerakan money rush itu jelas menakutkan bagi penguasa. Lebih ngeri dibanding gerakan stop membayar pajak. Jadi cuma orang enggak paham dunia moneter saja yang bilang enggak takut.
Ingat, di brangkas bank hanya ada 10% dari uang anda. Sisanya hanya berisi angin dan kesan seolah semuanya baik-baik saja. Jadi pahami semua konsekuensinya, sebelum berkata ya atau tidak untuk gerakan #MoneyRush 25/11
Terus enaknya ikut tarik uang enggak nih ?
Terserah saja. Yang pasti perbankan dan penguasa tidak akan senang !

Senin, 07 November 2016

Hormon Pertumbuhan(HGH) Justru meningkat sangat pesat ketika puasa

Add caption
hari ini saya akan melanjutkan pembahasan tentang beberapa hikmah puasa dengan penjelasan dari sudut pandang biologi.

Sekali lagi, kita-ummat Islam berpuasa hanya karena Puasa Ramadhan adalah perintah Allah SWT, namun demikian dengan mengetahui hikmah-hikmah puasa, semoga menambah semangat dan syukur kita atas karunia Allah SWT. aamiin

Hormon pertumbuhan justru meningkat saat puasa?! terdengar sedikit kontradiktif mungkin, tapi itulah yang terjadi. Subhanallah. Mungkin logika kita berpikir, hormon pertumbuhan tugasnya untuk memicu pertumbuhan, sedangkan pertumbuhan butuh asupan makanan, sehingga seharusnya hormon ini diproduksi ketika tubuh kita kemasukan asupan makanan yang banyak, kok ini malah meningkat disaat puasa?! hehe, disinilah yang menarik.

Mari kita bahas dulu tentang hormon pertumbuhan, yuk simak penjelasan dari Nichole Marwick berikut ini:


Nah, sudah jelas kan apa itu hormon pertumbuhan  atau GH?
GH atau HGH (Human Growht Hormon) atau somatotrophin yaitu hormon yang disekresikan oleh sel somatotroph dalam kelenjar  pituitary di otak. Dalam tubuh, hormon ini berfungsi antara lain untuk menstimulasi reproduksi sel, merangsang sintesis p
rotein, merangsang pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan meangsang pertumbuhan otot, memperbaiki kerusakan sel dan jaringan dsb. Singkatnya hormon ini PENTING untuk pertumbuhan dan perawatan sel/jaringan/organ kita. | ini mah pelajaran Biologi SMA, hehehe.
Ok, lanjut...

Selain fungsi di atas, berikut beberapa fungsi GH secara spesifik:
Mengurangi pemakaian gula darah
Mengurangi pembentukan glikogen
Mingkatkan transfer asam amino kedalam sel dan sistesis protein
Meningkatkan pemecahan lemak dan penggunaanya
Meningkatkan sintesis colagen (mungkin ini yang membuat sebagian menyebut GH sebagai hormon awet muda :D )
Meningkatkan pertumbuhan kartilago (tulang rawan)
Meningkatkan retensi nitrogen, sodium, potasium dan fosfor
Meningkatkan aliran ginjal
Melancarkan proses filtrasi (penyaringan darah oleh ginjal)
Meningkatan fungsi imunitas tubuh. |sumber|
Dengan fungsi-fungsi yang 'wah' di atas, pantaslah GH dianggap sebagai hormon yang sangat penting bagi tubuh kita.


Pada tahun 1986 telah dilakukan riset yang meneliti sekresi HGH pada saat puasa. Mungkin penelitian inilah yang pertama kali membuktikan bahwa pada saat puasa akan terjadi peningkatan sekresi HGH.. Selanjutnya, seorang peneliti di  Leiden University Medical Center di Netherlands (Madelon Buijs) melaporkan bahwa level HGH akan meningkat secara signifikan dalam 13 jam setelah puasa. Penelitian lain yang dilakukan oleh  Hartman, et al. menunjukkan peningkatan HGH sebesar 500% setelah 24 jam puasa! |sumber|

G Y Ho et al. melaporkan dari hasil penelitiannya bahwa puasa terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan GH |sumber| . Dalam penjelasannya G Y Ho, menyebutkan bahwa sekresi berlipat dari GH merupakan respon atas kondisi lapar yang di alami tubuh. Sederhananya ketika tubuh lapar dan kita tidak makan (karena puasa) maka tubuh akan merespon dengan mensekresikan GH yang dapat memecah lemak sebagai sumber energi. Dalam kondisi tidak puasa, saat lapar kita makan, sehingga GH tidak diperlukan. Padahal selain memecah lemak GH memiliki sederet fungsi yang sangat baik bagi tubuh kita.

Ini menarik, salah satu sunah yang diajarkan Rosullah adalah, "makanlah setelah lapar dan berhentilah sebelum kenyang". Konsep ini sangat relevan jika dikaitkan dengan sekresi GH. Mungkin ini salah satu penjelasan atas kesehatan fisik sang nabi.

GH juga cukup populer di kalangan body builder, terapi puasa juga merupakan salah satu program para 'pecinta otot' ini. Dengan puasa, GH diskresi dan dengan demikian lemah dipecah dan protein dibentuk.

So, hikmah puasa selain mengistirahatkan sel dan jaringan, memberi waktu untuk restorasi sel, JUGA sangat relevan untuk menaikkan GH - dengan segala manfaat yang dibawanya.

Rujukan:
Nichole Marwick - https://youtu.be/A2eIEMfxtKM
Ryan Andrews - http://www.precisionnutrition.com/all-about-gh
Eka Sari - http://ekasariastuti.blogspot.com/2013/07/puasa-dan-hormon-pertumbuhan.html
Hartman et al. - http://press.endocrine.org/doi/abs/10.1210/jcem.74.4.1548337
G Y Ho et al. - http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC329619/?page=4
IQBAL ALI ● 20 JUN 2015