Semakin berilmu seseorang, seharusnya ia semakin tahu akan tanda-tanda Kebesaran Allah SWT, maka seharusnya pula ia semakin beriman kepada-Nya, semoga kita bagian dari orang-orang itu, Amin.

Senin, 23 Juni 2014

Ada sebuah kisah menggetarkan tentang seorang perempuan

Ada sebuah kisah menggetarkan tentang seorang perempuan yang
menganggap bahwa dosa meninggalkan jilbab itu adalah dosa kecil.

Adalah dia yang dikenal taat beribadah. Ia kadang menjalankan
ibadah sunnah.
Hanya satu kekurangannya, ia tak mau berjilbab menutup auratnya.

Setiap kali ditanya ia hanya tersenyum dan menjawab ”InsyaAllah yang penting hati dulu yang berjilbab,”
(jawaban yang sering terdengar dari kaum hawa).

Sudah banyak orang menanyakan maupun menasehatinya, tapi jawabannya tetap sama.
Hingga di suatu malam, ia bermimpi sedang di sebuah taman yang sangat indah.
Rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga bermekaran.
Ia bahkan bisa merasakan segarnya udara dan wanginya bunga.
Sebuah sungai yang sangat jernih hingga dasarnya kelihatan, melintas dipinggir taman.
Semilir angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya.
Ia tak sendiri. Ada beberapa wanita disitu yang terlihat juga menikmati
keindahan taman.

Ia pun menghampiri salah satu wanita. Wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut.

“Assalamu’alaikum, saudariku….”

“Wa’alaikum salam. Selamat datang saudariku.”

“Terima kasih. Apakah ini surga?”

Wanita itu tersenyum. “Tentu saja bukan, saudariku. Ini hanyalah tempat
menunggu sebelum ke surga.”

“Benarkah? Tak bisa kubayangkan seperti apa indahnya surga jika tempat
menunggunya saja sudah seindah ini. ”

Wanita itu tersenyum lagi, ”Amalan apa yang bisa membuatmu kemari,
saudariku?”

“Aku selalu menjaga waktu shalat dan aku menambahnya dengan ibadah
sunnah.”

“Alhamdulillah…”

Tiba-tiba jauh di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah.
Pintu itu terbuka.

Dan ia melihat beberapa wanita yang berada di Taman mulai memasukinya satu-persatu.

“Ayo kita ikuti mereka,” kata wanita itu setengah berlari.

“Ada apa di balik pintu itu?” Katanya sambil mengikuti wanita itu.

“Tentu saja surga saudariku,”
larinya semakin cepat.

“Tunggu…tunggu aku…”

Dia berlari namun tetap tertinggal, wanita itu hanya setengah berlari sambil
tersenyum kepadanya.
Ia tetap tak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari.

Ia lalu berteriak, “Amalan apa yang telah kau lakukan hingga
engkau begitu ringan?”

“Sama dengan engkau saudariku,” jawab wanita itu
sambil tersenyum Wanita itu telah mencapai pintu.
Sebelah kakinya telah melewati pintu.
Sebelum wanita itu melewati pintu sepenuhnya, ia berteriak pada wanita itu.

“Amalan apalagi yang kau lakukan yang tidak kulakukan?” Wanita itu
menatapnya dan tersenyum.

Lalu berkata, “Apakah kau tak memperhatikan
dirimu, apa yang membedakan dengan diriku?”
Ia sudah kehabisan napas, tak mampu lagi menjawab.

“Apakah kau mengira Rabbmu akan mengijinkanmu masuk ke Surga-Nya
tanpa jilbab menutup auratmu ?”

Tubuh wanita itu telah melewati pintu. Tapi tiba-tiba kepalanya mengintip
keluar, memandangnya dan berkata,
”Sungguh sangat disayangkan
amalanmu tak mampu membuatmu mengikutiku memasuki surga ini untuk
dirimu. Cukuplah surga hanya sampai hatimu karena niatmu adalah
menghijabi hati.”

Ia tertegun lalu terbangun, beristighfar lalu mengambil air wudhu.
Ia tunaikan shalat malam.
Menangis dan menyesali perkataanya dulu.
Berjanji pada Allah sejak saat itu ia akan menutup auratnya...

Subhanallah... Yukk tunaikan kewajiban, baru yang sunnahnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar