Semakin berilmu seseorang, seharusnya ia semakin tahu akan tanda-tanda Kebesaran Allah SWT, maka seharusnya pula ia semakin beriman kepada-Nya, semoga kita bagian dari orang-orang itu, Amin.

Kamis, 03 April 2014

KISAH NYATA PENUH HARU yang Terjadi di Pakistan

Seorang Dokter Ahli Bedah terkenal (Dr. Ishan) ter-gesa-
gesa menuju airport.
Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam
bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan
terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan
harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata:
Saya ini dokter spesial, tiap menit nyawa manusia
bergantung ke saya, dan sekarang kalian meminta saya
menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam ?
Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda ter-buru-
buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan
menyewa mobil.
Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul
dengan hujan besar dan disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar bahwa
mereka tersesat dan terasa kelelahan.
Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.
Terdengar suara seorang wanita tua:
" Silahkan masuk, siapa ya?". Terbukalah pintunya.
Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk
istirahat duduk dan mau meminjam telponnya.
Ibu itu tersenyum dan berkata: "Telpon apa Nak? Apa anda
tidak sadar ada dimana ? Digubuk kecil ini tidak ada saluran listrik, apalagi telpon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda."
Dr. Ishan baru tersadar, dan hanya bisa pasarh, namun ia juga mengucapkan terima kasih kepada ibu itu karena keramahanya, lalu ia memakan hidangan sementara ibu itu sholat serta berdoa, dan per-lahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat.
Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do'a yang panjang,
Dokter Ishan mendatanginya dan berkata: "Demi Allah,
anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab do'a-do’a anda."
Berkata ibu itu: "Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang
sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do'a-
do’a saya sudah dikabulkan Allah semuanya, kecuali satu."
Bertanya Dr. Ishan: "doa Apa itu yang belum Allah kabulkan"?
Ibu itu berkata: "Anak ini adalah cucu saya, dia yatim
piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan
oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata
kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan
mampu menyembuhkannya, katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak
memungkinkan saya membawa anak ini kesana, dan saya
khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo'a
kepada Allah agar memudahkannya."
Mendengar penuturan ibu tersebut Menangislah Dokter Ishan dan berkata sambil terisak:
"Allahu Akbar…Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata
illa billah.
Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat yang saya naiki rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami,
Hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dokter. Ishan itu… Saya lah Dokter Ishan Bu,
Sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini
kepada hambaNya yang mukmin dengan do'a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mendekati dan mengobati anak ini."
Nenek tua itu pun menangis bersyukur bahagia seolah tak percaya, dan Dokter juga menangis terharu...
Pada Akhirnya dokter Ishan pun mengobati cucu dari nenek tsb.
Subhanallah...
Kesimpulan:
1. Jangan pernah meremahkan kekuatan Doa.
2. Jangan pernah berhenti berdo'a sampai Allah menjawabnya.
3. Jangan pernah bosan berdo'a, Semua akan Allah kabulkan jika sudah tiba waktunya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar